Dikutip dari situsnya “Sahana is a Free and Open Source Disaster Management system. It is a web based collaboration tool that addresses the common coordination problems during a disaster from finding missing people, managing aid, managing volunteers, tracking camps effectively between Government groups, the civil society (NGOs) and the victims themselves.” Ide dasarnya adalah memanfaatkan penggunaan IT secara efisien dalam membantu meringankan penderitaan korban dan menyelamatkan nyawa manusia setelah terjadinya bencana. Selain itu, juga untuk koordinasi antar berbagai elemen dala penanganan pasca bencana.
Dua hal tersebut – pemanfaatan IT secara efisien dan koordinasi – kurang nampak pada republik ini. Ditambah beberapa alasan lain seperti pengenalan terhadap software open source (bebas) dan pentingnya penggunaan GIS dalam manajemen bencana, Ristek bekerja sama dengan IOSN dan inWent mengadakan training tentang FOSS GIS dan Sahana.
Sejauh ini, Sahana masih dalam versi 0.6.2 (stabil). Fitur yang dimilikinya antara lain:
- Registrasi orang hilang
- Registrasi organisasi (yang terlibat dalam penanganan pasca bencana)
- Registrasi barak pengungsian
- Manajemen sukarelawan
- Manajemen persediaan (logistik)
- Manajemen permintaan dukungan/bantuan
- Pemetaan situasi lapangan
- Pelaporan
Sejauh ini Sahana telah diterapkan pada beberapa bencana seperti Tsunami Srilangka 2005, Gempa bumi Pakistan 2005, Gempa Jogja 2006 dll. Pengembangan Sahana juga telah mendapatkan beberapa penghargaan dari organisasi internasional.
Tanggal 24-28 Maret ini ditugaskan kantor mengikuti ToT FOSS GIS and Sahana Open Source Disaster Management System yang diadakan di Ristek (gedung BPPT) oleh inWent dan IOSN. Materinya adalah pengenalan dan penggunaan perangkat lunak Geographic Information System (GIS) yang berbasis Open Source dan penggunaannya di dalam Disaster Management System yang dalam hal ini menggunakan Sahana.
Latar belakang peserta sangat beragam: instansi pemerintah, universitas, lembaga penelitian, NGO, company – dengan asal yang cukup beragam pula. Sebagian besar memiliki latar belakang yang cukup dengan GIS dengan proprietary software. Laporannya? Menyusul ….
Saat ini saya sering bekerja menggunakan dua buah komputer, 1 desktop dan 1 laptop. Berganti-ganti dari desktop ke laptop terkadang “menyebalkan”. Penginnya menggunakan tool kaya KVM tetapi yang bisa dual monitor dengan satu keyboard/mouse. Searching di Google menemukan suatu aplikasi bernama Synergy yang memungkinkan hal ini terjadi.
Cara instalasi bisa dilihat di sini atau di sini atau di sini.
Pada kasus saya, 2 komputer tersebut masing-masing dual boot, Ubuntu 7.10 dan Windows XP. Ketika masing-masing menjalankan Ubuntu, synergy bisa berjalan dengan baik, baik servernya desktop maupun laptop. Tetapi ketika yang desktop pakai Ubuntu sedang yang laptop memakai Windows XP, synergy tidak bisa berjalan dengan baik. Ketika desktop Ubuntu berjalan sebagai server, terdapat pesan bahwa client sudah terhubung, bisa pindah area, tetapi kursor tidak kelihatan di layar laptop sedangkan ketika kursor sudah berada di layar desktop kembali, ketika diarahkan ke layar laptop menjadi tidak bisa. Sebaliknya, ketika laptop yang menjadi server, synergy kelihatan tidak berjalan sama sekali, client (Ubuntu) tidak dikenali server. Apa ya masalahnya?
Untuk kasus laptop dengan Ubuntu dan desktop dengan XP belum dicoba.
wget adalah salah satu tool favorit untuk download. Ketika jaringan kita tidak dipasang proxy, kita bisa langsung menggunakan wget
wget [opsi] ... [URL]
Tetapi ketika menggunakan proxy ada beberapa langkah yang perlu dilakukan (masuk konsol/terminal):
- export alamat proxy
export http_proxy="http://alamat.proxy.kita:port"(untuk http proxy) atau
export ftp_proxy="http://alamat.proxy.kita:port"(untuk ftp proxy)
- pastikan dalam perintah wget menggunakan opsi
--proxy(untuk menghidupkan akses lewat proxy) atau
--no-proxy(untuk menon-aktifkan akses lewat proxy)
- ketika diperlukan username dan password untuk proxy gunakan opsi
--proxy-username=[username kita] dan --proxy-passwd=[password kita]
- atau alternatif lain username dan password langsung diexport juga
export http_proxy="http://username:password@proxy.kita:port"
Saat menggunakan joomla (1.0.13) dengan komponen Zoom Gallery ( 2.5.1 RC4), muncul pesan berikut:
Warning: Call-time pass-by-reference has been deprecated – argument passed by value; If you would like to pass it by reference, modify the declaration of mosimageext_resizeimage(). If you would like to enable call-time pass-by-reference, you can set allow_call_time_pass_reference to true in your INI file. However, future versions may not support this any longer
Solusi sementara adalah membuat htaccess untuk mengeset parameter allow_call_time_pass_reference dan tempatkan di public_html.
.htaccess
php_value allow_call_time_pass_reference on